Home » Blog » Atlit dan Juri Dansa Indonesia ke TDS Open 2012
Thursday, April 26th 2012. Posted in Blog

BANDUNG, (PRLM).- Ditengah polemik berkepanjangan penolakan cabang olah raga dansa pada PON XVIII/2012 di Provinsi Riau pasangan pedansa Robby Tanser dan Anita Tandy akan tampil di Thailand Dance Sport Open & Asia Single Dance Championship 2012. Sementara pasangan Tjipto Rachmat dan Hermien Rachmat akan bertindak sebagai juri pada event tahunan yang akan digelar di Bangkok Metropolitan Center (Gymnasium), Din Daeng Bangkok.

Dalam keterangannya, Tjipto Rachmat mengatakan bahwa keikutsertaan pedansa Robby Tanser dan Anita Tandy di Thailand Dance Sport (TDS) Open & Asia Single Dance Championship 2012, 28 dan 29 April mendatang merupakan bentuk pertanggungjawaban sebagai olahragawan.

“Keduanya saat ini masuk rangking dunia dan di Asia sediri keduanya beberapakali pernah meraih juara dan masuk peringkat tigfa besar, keikutsertaan keduanya akan menjadi pesaing bagi pedansa dari Filipina, Cina dan Thailand sendiri,” ujar Tjipto.

Kedua pedansa andalan Makasar, Sulawesi Selatan yang baru menyelesaikan sekolah dansa di London Inggris selama 10 bulan tersebut, pada TDS Open akan turun disemua nomor. Sedangkan pada Asia Single Dance Championship akan turun pada nomor Dansa Latin.

Sementara keteribatan Tjipto Rachmat dan Hermien Rachmat diajang tahunan olahraga dansa sebagai dewan juri sudah dilakukannya sejak tahun 2007. “Keterlibatan kami selama ini di kejuaran dansa TDS Open & Asia Single Dance Championship maupun kejuaran serupa dibeberapa negara Asia karena kami telah mengantongi lisensi dari WDSF (World Dance Sport Federation) berupa International Licenci Indicator,” ujar Tjipto yang dalam tiga tahun terakhir menjadi juri tetap di sejumlah kejuaran dansa sejumlah negara Asia.

Keikutsertaan Robby dan Anita menurut Tjipto menjadi spirit bagi pedansa lain di tanah air yang kondisinya masih belum membaik dalam beberapa tahun belakangan ini karena semakin banyak kepentingan. Pihaknya sangat berharap pengurus dansa di tanah air, baik KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) maupun IODI (Ikatan Olahraga Dansa Indonesia) di pusat maupun daerah mempunyai visi dan misi untuk maju bersama-sama.

“Kondisi di negara kita sangat berbeda sekali. Jangan jauh-jauh membandingkan dengan Vietnam, Cina atau Thailand, dibandingkan dengan negara tetangga kita Singapura dan Malaysia saja negara kita sudah sangat jauh tertinggal,” ujar Tjipto yang berharap para pengurus organisasi untuk melakukan perbaikan dan penataan.

sumber : www.pikiran-rakyat.com 26 April 2012